Desain Model Warung Angkringan yang Memenuhi Aspek Ergonomi

Poerwanto, Eko (2009) Desain Model Warung Angkringan yang Memenuhi Aspek Ergonomi. Angkasa. ISSN 2085-9503 (Unpublished)

[img] Text
(Penelitian 2009) Angkringan Ergonomi (non publikasi).pdf

Download (3MB)

Abstract

Kegiatan usaha berupa warung angkingan merupakan kegiatan usaha yang cukup banyak mewarnai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung angkringan bukan lagi sebagai tempat makan, melaikan tempat nongkrong, tempat berbagi sumber inspirasi, bahkan bias juga sebagai tempat refreshing. Penting kiranya para pedagang/pengusaha membuat warung angkringannya lebih ergonomis, sehingga kepuasan dari konsumen semakin meningkat, tanpa meninggalkan ciri khas dari warung angkringan adalah murah, meriah dan nyaman. Hal ini penting untuk diperhatikan, mengingat persaingan usaha warung angkringan yang meningkat dan untuk mempertahankan usaha ini dari tantangan bermacam-macam pilihan usaha sejenis. Warung angkringan kebanyakan berbentuk gerobak yang atasnya ditutup dengan terpal plastik yang dibuat secara sederhana. Kondisi warung angkringan yang dibuat secara sederhana dan seadanya sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi penjual dan pembeli. Aktivitas yang biasa dilakukan penjual dimulai dengan menyiapkan barang dagangan di gerobak yang berada di pangkalan (tempat para pedagang berkumpul dengan warung angkringannya). Setelah gerobak terisi dengan dagangan kemudian gerobak di dorong menuju ke tempat mangkal yang sudah tetap. Fokus perhatian dari sebuah kajian ergonomis akan mengarah ke upaya pencapaian sebuah perancangan desain suatu produk yang memenuhi peryaratan “fitting the task to man” (Granjean, 1982). Pelakanaan penelitian warung angkringan yang memenuhi aspek ergonomis ini menghasilkan beberapa kesimpulan : 1. Perubahan tata letak fasilitas menghasilkan perubahan waktu pembuatan dan penyajian minuman kepada pembeli, sehingga efektifitasnya meningkat. 2. Perubahan lebar alas tempat duduk dari 20 cm menjadi 30 cm menjadikan peningkatan kenyamanan bagi pembeli maupun penjual. Hal ni dilakukan ssuai dengan ukuran lebar papan yang tersedia di pasaran, sehingga efisiensi dalam pengadaannya. 3. Pengamatan terhadap kenaikan dan penurunan denyut nadi saat beraktivitas, dalam hal ini masih dalam batas normal dan aman. Perlu dikembangkan lebih lanjut atas penelitian ini, misalnya adanya desain warung yang lebih artistik untuk menunjukkan ciri khas warung angkringan di wilayah Yogyakarta, mengingat wilayah Yogyakarta merupakan kota budaya dan tujuan wisatawan baik domestic maupun manca Negara.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Ergonomi, Gerobak, Warung Angkringan
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Sekolah Tinggi Teknologi Adisujtipto
Depositing User: Mr Eko Poerwanto
Date Deposited: 29 Aug 2019 02:58
Last Modified: 29 Aug 2019 02:58
URI: http://eprints.stta.ac.id/id/eprint/78

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year